Archive | family RSS feed for this section

Happy Birthday Little Brother :)

19 May

“Dia adik kecilku, tapi tinggi-nya kini melebihi badanku”

“Oh ya?”

“Iya. Lalu apa dia masih bisa kusebut adik kecilku?”

“Tentu saja, karena ia akan menjadi adikmu selamanya, meski ia tak kecil lagi sekarang :)”

SELAMAT ULANG TAHUN ADIKKU

semua doa terbaik untukmu…

gambar diambil dari sini

Sang Penjaga

13 May

Ayahku seperti kerang.

“Oh ya? Kenapa?”

Karena ia selalu menjagaku agar nanti bisa menjadi mutiara.

gambar diambil dari sini

PEREMPUANKU

7 Mar

Kepada perempuanku,

Semestinya aku mengurai rasa cinta ini kepadamu. Mungkin dengan memutar kembali semua kenangan antara kita berdua. Mengucap secara lisan bahwa aku cinta padamu atau menulis selembar surat bertuliskan kata-kata cinta tanpa perangko yang kualamatkan ke sisi tempat tidurmu. Supaya saat kau terbangun, kau menyadari ada cintaku yang merambah ke setiap detik waktumu. Tapi bagiku yang paling penting adalah agar aku selalu ingat untuk terus membisikkan cinta ini ke telingamu.

Lalu, dengan setiap sorakmu atas semua keberhasilan yang ku raih, untuk setiap air mata yang kau tumpahkan untuk kesedihanku, untuk menjadi kuat di saat ter-rapuhku, dengan kedua tangan yang terus membangunkanku saat aku terjatuh dan menjadi ‘ada’ dalam setiap momen dalam hidupku. Inilah alasan mengapa aku mencintaimu, tanpa keterpaksaan.

Di batas ini, aku terperangah dengan semua cintamu. Cinta yang terus menggiringku pada kebahagiaan.Namun, kupertanyakan pada diriku, dengan semua cintaku, apa pernah aku membahagiakanmu?

Perempuanku, mataku tak akan pernah berubah dalam memandangmu. Hari ini aku memandangmu di tempat tidur, tertidur pulas dengan rambutmu yang mulai memutih, dengan sisa-sisa kelelahan yang terpancar dari wajahmu. Tapi kamu selalu cantik dengan caramu sendiri. Tak peduli meski rambut hitammu memutih termakan usia.

Kurenungkan cintaku. Yang kusadari, cintaku ini bukan tanpa cela. Aku pernah membuat matamu sembab dan basah oleh air mata. Kekecewaan yang kau rasakan karena perilaku-ku… Penyesalanku untukmu mungkin takkan akan pernah cukup menggantikan kekecewaan itu. Ataupun jika kubasuh air matamu yang terlanjur turun, bekas air matanya akan tetap tertinggal di pipimu…

Aku memandangmu sekali lagi, terlalu banyak cintamu yang tak sanggup kubalas. Terlalu banyak perjuanganmu hanya untuk melihatku tersenyum. Tapi lihatlah aku yang sering alpa untuk membuatmu tersenyum. Terlalu sibuk dengan duniaku. Mengejar semua mimpiku, tanpa kusadari kamulah yang ada di balik setiap mimpi-mimpiku. Kamu yang selalu mendorongku dengan semua tenaga, air mata, senyum, dan perjuanganmu untukku…

Tuhan, tolong jangan buat aku berhenti mencintai IBUKU…