Archive | book RSS feed for this section

Simple Happiness

7 Mar

Aku setia memapah rinduku dalam debar yang menggamit bahagia sederhana…

I am devoted to carry this feeling of yearning inside every beat of simple happiness

-Moammar Emka (Cinta itu, Kamu)-

Advertisements

Review : Waktu Aku Sama Mika

8 Feb

Saya ngaku, gak secara sengaja saya membaca buku ini. Pernah sih, kepikiran buat beli buku ini waktu lagi hunting buku di Gramedia. Tapi selalu saya taruh lagi buku ini ke raknya dan beralih untuk membeli buku yang lain. Sampai kemarin, saya main ke kosan seorang teman dan menemukan buku ini tergeletak di meja. Saya ambil dan saya coba membacanya. Simple… itu kesan pertama saya waktu baca buku ini. Indi (penulis buku ini) berbicara dengan bahasa yang sangat ringan, sederhana dan juga mudah dimengerti. Tapi dengan kesederhanaan penulisan itu, justru dia memberikan sihir-sihir yang menurut saya kadang tak terduga.

Buku ini kisah nyata sang penulis Indi (waktu itu berusia 15 tahun) yang mengalami scoliosis dan kemudian jatuh cinta dan berpacaran dengan Mika yang mengidap AIDS. Banyak hal yang bisa diambil dari kisah cinta mereka. Mostly, menurut saya sih tentang kesederhanaan dalam cinta. Betapa cinta tidak membutuhkan banyak syarat dan cinta yang menerima apa adanya.

“Sugar, tau gak, kamu tuh ngingetin aku sama anak-anak di buku Torey Hayden”
“Karena aku cacat?”
“Bukan, tapi karena kamu special

“Sugar, apa makanan kesukaan kamu?”
“PIZZA!! Kalau kamu apa, Mika?”
Aku suka pinggiran pizza yang enggak kamu makan, Sugar…

“Waktu itu aku datang ke rumah Mika sambil nangis.
Mika Tanya aku kenapa. Aku bilang, Cliffton ganggu aku lagi.
Mika jadi marah. Mika langsung telepon Cliffton dan teriak-teriak sama dia.
Mika bilang Cliffton brengsek dan tidak boleh ganggu aku lagi. Terus, Mika banting teleponnya.
Aku peluk Mika kencang. Terus aku bilang,
“Mika kamu hebat sekali. Kamu memang pahlawanku!”
Padahal, waktu itu aku tahu kalau kabel teleponnya tidak dipasang…

Saya paling suka cerita terakhir, tentang cinta yang utuh. Berhubung saya gak mau spoiler. Saya gak akan nulis cerita lengkapnya, tapi saya kasih kutipan dikit aja…

Aku bahagia, Mika…
Aku tahu kamu juga begitu…
Karena selalu ada ruang untukmu di hatiku… Selalu…
Untuk mencintai secara utuh… Selalu…