Tentang Sahabat

7 Jun

Bisa jadi aku sudah terjebak dalam suatu sudut yang dingin. Tanpa cahaya. Gelap. Kelam. Bahkan jika mata ini mengerjap berulang kali hanya akan menyisakan energi yang sia-sia terbuang.

Dan kemudian aku akan mengendap dalam gelap. Mencari sumber cahaya. Oh, atau mungkin aku mencari setitik hangat, agar tak terlalu mengigil di sini. Mencari cara agar tak kalah dan membeku.

Lalu ada hangat tubuh yang meraba di sekitar tanganku. Katanya dalam gelap, ”Genggamlah”. Aku mengendus hangatnya. Ia menguarkan harum musim semi yang tak mampu kutolak.

Paling tidak aku tidak sendiri disini, pikirku. Kemudian aku meraih genggamannya tanpa mampu menerka siapa sosok ini. Pentingkah untuk tahu siapa dia? Kadang kupikir, biarkan ia tersamarkan dalam gelap, supaya setiap detail dari sosoknya tak mampu kukenali dengan baik. Agar jika ia menghilang aku tak merindukan setiap inci tubuhnya.

Aku berhak untuk melindungi diriku dari ketakutan akan kehilangan. Atau mungkin sebuah ketakutan akan membebani sosoknya dengan kisah yang melulu hanya bercerita tentang aku dan hidupku. Maka seperti ada lampu merah yang mendadak muncul di hadapanku. Sebuah alarm peringatan, bahwa mungkin aku harus berhenti memberi informasi untuk setiap detail yang terjadi dalam hidupku. Bukan tak ingin, hanya takut memberatkan bahunya. Dan mencoba membungkus pahit ini dengan senyum di hadapannya. Aku (berpura-pura) baik-baik saja.

Tapi lebih sering, ketika aku kehilangan banyak kata di hadapannya, seolah tak ada lagi cerita yang sanggup dikisahkan, ia justru hadir dengan pelukan hangat. Aku tahu dari sorot matanya ia memahami bahwa diamku menyimpan banyak cerita.

Dunia baru saja mengajarkan bahwa kejujuran itu terbungkus rapi dalam setiap hangat peluknya, dalam setiap senyumnya, dalam setiap tawa yang ditawarkan dirinya untukku. Dan tidak akan pernah membutuhkan waktu yang lama hanya untuk menemukan kebenaran bahwa sosok dalam gelap itu, yang senantiasa menguarkan harum musim semi, yang menghadirkan energi begitu besar di sekelilingmu adalah seseorang yang kau sebut SAHABAT…

Sahabat yang begitu hangat dan nyaman…
Thanks for being here…🙂

One Response to “Tentang Sahabat”

  1. shinta June 9, 2010 at 4:38 pm #

    jadi kangeeennn sahabat2 ku🙂
    mereka memang selalu menciptakan kehangatan yang tak pernah ada habisnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: