Janji Kunang-Kunang Tak Harus Terpatri

5 Jun

Jika ingin ini datang, pasti tiba-tiba aku seperti melihat awan perak di luar sana. Menggelayut pada langit senja, menunggu untuk menumpahkan titik-titik airnya ke muka bumi. Mendung di senja yang membirukan hatiku…

Lalu sekelebat memori berbaris pelan-pelan di hadapanku menunggu untuk terputar satu persatu. Dan tadi, setelah sekian lama bersembunyi dalam rimbun penyangkalan, penghindaran atau apapun lah kau sebut namanya tiba-tiba tanganku tergerak untuk memutar sebuah lagu yang setiap baitnya mengingatkanku tentang kamu di masa lalu…

Coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan
Janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan dari apa yang dijalankan…

Bait-bait lagu ini-lah yang dulu menggigilkan ku dalam ketakutan akan hubungan yang kita jalani. Bahwa hanya ada jalan buntu di ujung sana meski kita berdua berjalan beriringan sekarang. Takut kehilangan…

Dan hei, pernahkah aku mengatakannya? Bahwa biasanya yang kau takutkan untuk menghilang adalah hal yang terlalu berharga untuk dirimu. Dan seperti itulah kamu. Aku seperti kunang-kunang yang terlalu takut kehilangan gelap malam. Karena tanpa malam, kepakan cahaya sayapku terlalu sia-sia untuk diperlihatkan…

Kemudian disela-sela penghayatan bahwa kamu begitu berharga dalam hidupku, aku justru salah menafsirkan ketakutan ini menjadi ketakutan akan rasa sakit karena kesemuan hubungan yang kita jalani. Lalu aku memilih menyerah dan melepaskanmu. Dan tanpa sadar aku menyakiti keyakinanmu dan membuat nyata rasa sakit-ku yang dulu hanya bisa aku visualisasikan dalam bayangan.

Coba coba katakan kepadaku sekali lagi bila kita memang benar akan kesana
Buktikan dan buat-lah ku percaya bahwa kita bisa mewujudkan bahagia…

Lagu ini masih saja mengalun dari pemutar mp3-ku dan tiba-tiba saja ada hangat yang menjalari tubuhku. Jika banyak orang berharap mampu melupakan cintanya di masa lalu, entah mengapa detik ini aku justru merindukan menghadirkan ingatan tentang-mu di kepalaku.

Berhentilah mencari prasasti untuk kau tulisi dengan janji. Karena yang disini, di hati akan terpatri sampai masa telah habis menjemput semua mimpi…

Janjiku padamu kali ini seperti kunang-kunang yang setia pada malam. Meski hanya memetakan setitik cahaya dalam kelam malam-mu tapi ia takkan pernah bosan menunggu malam. Untuk terbang bebas di antara ilalang, dalam sela-sela rimbun pepohonan, melintasi gemericik air sungai. Mengindahkan sebait malam ini.

Semoga janji ini cukup, hingga kelak Tuhan mempertemukan kita lagi…

Semoga…

Every song has a memory. Every song has the ability to make or break your heart.
– Andy Warhol

gambar diambil dari sini

2 Responses to “Janji Kunang-Kunang Tak Harus Terpatri”

  1. nanindaaaa June 7, 2010 at 2:01 pm #

    holaaaaaaaaaaaaaaaa

  2. shinta June 9, 2010 at 4:35 pm #

    yaaahh
    semoga semoga semoga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: