Tak Terdefinisi

24 May

Seperti ada yang berkelebat, tapi kosong.

Sisanya hanya suara-suara yang mendadak sulit terdengar meski aku telah menajamkan telinga. Katanya dalam samar, ”Kali ini kau harus merabanya dengan perasaan. Buatlah definisi luka-mu lalu sembuhkan!

Dan pernahkah kamu tiba-tiba terdiam lalu merasa limbung? Sudah tak sakit lagi sekarang (Bohong!), mungkin lukanya sudah sembuh, tak berbekas… (Bohong!) Hanya saja, sekarang seperti ada lubang besar di dada. Menyerap semua rasa hingga tak teraba. Mungkin namanya hampa!

Meski mataku mengerjap berulang kali, tapi ia tak pernah mampu menarik diriku dalam nyata. Mungkin aku seperti abu-abu, seperti antara, seperti spasi, dan juga seperti jeda yang memaksa diri untuk lupa.

Seperti tak terdefinisi.

Tapi percayalah, akan selalu ada garis tawa dari bibirku. Entah untuk siapa!

4 Responses to “Tak Terdefinisi”

  1. empe May 25, 2010 at 9:06 am #

    seperti ada lubang di dada… rasa sakit itu belum hilang, luka itu belum mengering

    ayo kita bertanya pada diri sendiri

    1) bisakah luka ini menghilang?
    2) jika tidak, maukah kamu kalau luka itu menghilang?
    3) kapan kamu ingin luka itu hilang? sekarang juga?

    ahh… saya seperti menggurui anda.. padahal saya sendiri merasakan hal yang sama

    *cuih pret

  2. nanindaaaa May 26, 2010 at 3:05 pm #

    semangaaat semangaaat😛

  3. dy May 27, 2010 at 5:08 am #

    jadi senyumnya… untuk siapa?

  4. shinta June 9, 2010 at 3:15 pm #

    *senyum senyum engga beres,, heheheh

    *mesem mesem engga jelas sambil bilang, no comment deh,, hehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: