~

8 May

Di antara waktu yang terus berputar…

Percakapan monolog tentang pagi, siang, senja dan juga malam yang berakhir dengan sebuah tanya tak terjawab. Hingga akhirnya yang tersisa hanyalah pintalan pertanyaan yang semakin menggunung.

Kata orang bijak, kerjakan satu-satu, maka yang menggunung akan terselesaikan perlahan. Tapi setiap berusaha mengurai satu pertanyaan dan merunut rangkaian jawaban, pertanyaan-pertanyaan itu justru membelah diri.

Satu menjadi dua. Dua menjadi empat. Empat menjadi delapan. Dan seterusnya hingga menjadi yang ’tak terhingga’. Menunggu untuk diselesaikan.

—————-

Masih Bersambung. Hingga batas waktu yang tak dapat ditentukan…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: