Menitip Kata pada Pagi

6 Apr

Pagi… Lukisan langit biru

Rasanya aku seperti membungkus benderang mentari yang menghias bumi. Hangat di sekitar sini. Di antara rangkaian kata aku dan kamu yang kali ini menjelma menjadi kita.

Rasanya kita akan mampu memindahkan pesona mimpi. Terbang tergenggam dalam jemari-jemari kita. Menjadi nyata, bukan hanya sebuah angan yang mengurai terlalu banyak harap.

Mungkin kita harus menitipkan kata pada semburat sinar mentari pagi hari. Sebuah perjanjian, bahwa kita akan menjaga. Seperti orang-orangan sawah yang menjaga hijau padi hingga menguning kelak.

Atau layaknya jembatan yang saling menghubungkan. Ah, dan bukankah kita sudah saling terhubung sekarang? Dengan temali maya yang tersimpul di antara jari kelingking milik kita.

Romantisme apa yang kita bangun? Terbangun tanpa terencana. Dalam dekapan waktu yang tiba-tiba melesat tanpa bisa terkontrol. Seketika membuai kita dengan sebuah bahasa rasa yang tak perlu diterjemahkan. Biar hanya kita berdua yang tahu.

“Kamu jodohku bukan? Yang selalu kupinta memang dipilihkan Tuhan untukku.”
“Siapa?”
“Iya, kamu… Siapa lagi kalau bukan kamu yang duduk tenang di sisiku saat ini…”

ps. dibuat dalam rangka pesenan tulisan dan utang tulisan sama temenđŸ˜€

One Response to “Menitip Kata pada Pagi”

  1. anyin April 7, 2010 at 11:31 am #

    aku pikir mewakili diri hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: