Membasuh Doa

3 Apr

Aku melafalkannya dalam kata. Dengan bisik lembut di kala malam. Dan seketika aku merasakanNya hadir menemani. Menghapus setiap bulir air mata yang luruh perlahan. Dengan isakanku yang menguat, yang kutahu Ia tak pernah menulikan telinganya. Yang Maha Mendengar…

Maka kubasuh diriku dalam doa. Tenggelam dalam semua pinta. Pada semua damba yang sangat manusiawi. Tapi Ia Yang Maha Mengetahui, untuk segala hal. Semua hal terbaik untuk rintih pintaku.

Maka sudah seharusnya luka ini dibasuh dengan wudhu. Dengan ditetesi doa. Aku tahu, Ia Yang Maha Melihat. Bahkan jika kucoba sembunyikan tangisan ini dibawah telungkup tangan. Ia akan tetap melihat air mata yang merembes di sela-sela jemariku…

Maka kubiarkan diriku larut dalam doa. Mengadu untuk semua sulitku. Dan Ia akan selalu mengecupku dengan ketenangan. Hingga sesak ini berubah menjadi lapang…

Malam ini; hanya aku, TUHAN, dan doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: