‘Ada’-mu

3 Apr

Ini seperti menggerus luka yang belum mengering. Atau ketika kau tetesi luka itu dengan garam. Mungkin pedih. Mungkin juga perih. Walau ia tak lagi mengeluarkan tetesan darah merah seperti dulu saat pertama kali terluka.

Atau seperti galau yang menyapa risau. Mungkin aku harus melepaskannya. Membiarkannya menyatu dengan udara dan kemudian melihatnya terserak tanpa bisa dirasakan lagi.

Tapi rasa ini melekat terlalu sempurna di hati. Ia mampu menggeliat dikala senang, rindu atau bahkan jika aku hanya dihadapkan pada air mata. Ia membatu, berdiri kokoh disana, tanpa mau digoyahkan.

Yang tak bisa kau tawar adalah ketika kau tak mampu memahami mengapa bagian tubuhmu enggan mematuhi perintahmu. Ketika otak kau perintahkan untuk menghapus bayangan, tetapi ia justru hadir dengan sejuta kenangan. Lalu kau pun tersenyum dan berkata, “Jika sosoknya telah menghilang, maka jangan biarkan aku menghilangkan bayangannya“. Atau ketika kau perintahkan hati berhenti untuk mendamba, ia justru datang membawa bilur-bilur harap dua kali lipat banyaknya. Dan kau akan berakhir tertegun, seperti tanpa kuasa atas tubuh yang kau punya…

Air mata ini selalu mengalir menuju muaranya, pada rasa sakit dan sesak yang kurasa padamu. Namun mengapa aku tak jua jenuh dengan semua rasa ini? Dengan kedatangan perih dan pedih yang memaksaku menangis kala malam menjemput mimpi.

Mungkin juga aku terbuai pada sebuah asa mimpi, bahwa masih ada kita di masa depan. Bahwa rasamu padaku tak akan pernah kadaluarsa, bahkan jika sekarang sedang tak ada kita dalam hidupmu.

Sepotong cerita yang belum juga mampu kuhapus. Yang membuatku takluk. Terhanyut pada ‘ada’-mu. ‘Ada’ yang mungkin semu. Sebuah eksistensi yang harus dipertanyakan. Ketika kini kamu tak mampu kurengkuh.

Sebut saja, aku rindu padamu. Tolong jangan pergi menjauh dariku.

Atau jika kau harus menghilang. Maka bawa serta jejakmu. Bawa pergi harum tubuhmu. Hingga aku tak perlu lagi mencari siluetmu.

Dan mungkin di titik ego tertinggiku, aku akan berkata, “Tolong, jangan bawa bahagiamu ke hadapanku!

Karena disini aku masih berkutat dengan air mataku…


3 Responses to “‘Ada’-mu”

  1. mee November 2, 2010 at 10:32 pm #

    berkunjung pertama kali..nice blog!!!

    • kikidanobsesinya November 18, 2010 at 10:36 pm #

      terima kasih🙂

  2. samuri_cut3@yahoo.com January 12, 2011 at 8:20 pm #

    nice blog.. salam kenal ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: