Kepada : Kamu dan Sebait Rasa

28 Mar

Kugumamkan satu kata ‘rasa’, mungkin seperti kerlip lampu kota yang mendesahkan cahaya dan mampu merajut warna dalam hitam malam.

Lalu kurangkai rasa ini dengan ‘kamu’. Bahwa kamu seperti genggaman yang melengkapi sela-sela jemariku dengan sempurna. Kamu yang dipilihkan Tuhan. Seperti hujan yang ditakdirkan turun hari ini, menepis gersang serakan debu di jalan.

Dan jika ini tentang ‘kita’, maka bayangannya seperti senja yang menggelayut sempurna di batas cakrawala. Jingga yang menghanyutkan. Meninggalkan siluet yang begitu teduh diantara siang dan malam.

Maka biarkan ‘doa’ mengunci erat kita dalam ruang rindu. Agar jarak tak kasat mata ini dapat tergerus dengan sempurna. Hingga akhirnya hati kita tertaut pada rasa tanpa pernah merasa kadaluarsa.

Dan aku berbisik ‘jangan takut sayang’. Rasa ini bukan kaktus yang penuh duri, tapi ia seperti bunga matahari yang mekar sempurna menatap cahaya mentari.

Mungkin aku tak bisa menjanjikan pundi-pundi senyum tak berbatas kepadamu. Tapi yang kutahu akan ada banyak nada dalam simfoni lagu kita.

Kita tak akan terbang bersama. Kita hanya akan berjalan dengan pijakan yang kuat di bumi. Beriringan. Hingga nanti terlukis jejak tentang kita.

Aku. Kamu. Dan sebait Rasa.

ps. inget curhatan temen, gak bisa tidur dan jadilah tulisan ini🙂

2 Responses to “Kepada : Kamu dan Sebait Rasa”

  1. anyin March 29, 2010 at 8:15 am #

    ehmmm hehe

    • kikidanobsesinya April 2, 2010 at 10:21 am #

      🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: