Sirkus Malam

22 Mar

Samar terdengar, mereka akan datang. Membawa tenda warna-warni ke sudut kota. Senja ini. Menciptakan antusiasme bagi yang menantikannya. Harum gulali semerbak menyengat. Riuh lagu terdengar memecah malam. Orang lalu lalang. Komedi putar dengan gemerlap lampu berkelip.

Sirkus Malam

Mereka telah tiba ke kota ini. Aku menantikannya? Bukan, kamu yang menantikannya. Sulap yang sering membuatmu terpana.

Biar bulan terangi jalan setapak. Diantara rumah hantu dan permainan lainnya.

Atau kembang api berpendar sesekali di angkasa. Kamu mendongak. Aku menatap wajah bahagiamu. Sesekali kau tarik tanganku, dengan langkah kecil ke tempat yang menarik perhatianmu. Kamu juga berteriak untuk mempercepat langkahku. Menyadari betapa kamu sangat menyukai keramaian ini.

Sirkus Malam

Mereka menciptakan tawa. Membuatku sejenak terlena. Juga membuat kita terlupa akan sedih yang melanda. Meski hanya semu. Meski sementara.

Sirkus Malam, kapan kau datang lagi ke kota?

One Response to “Sirkus Malam”

  1. anyin March 22, 2010 at 11:00 pm #

    tolong datang lagi, sesegera yang kamu bis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: