JAKARTA

18 Feb

Pergilah ke Jakarta.

Maka dua kali kau akan terpana, oleh siluet kaki jenjang pemakai sepatu hak tinggi dan  tubuh ringkih pria penjual rokok di lampu merah…

Malam hari. Bus TransJakarta. Gemerlap lampu di kanan kiri. Seperti biasa saya duduk memandang keluar. Kota ini tak pernah beristirahat. Mungkin juga tak akan pernah lelah. Saya menghela napas, lelah dan semenit kemudian tertidur sejenak sebelum sampai di shelter tujuan.

Jangan ingatkan saya karena telah melewatkan banyak hal dalam tidur singkat saya. Tapi saya terlalu lelah hari ini. Memejamkan mata sejenak menjadi satu-satunya hal istimewa yang bisa saya nikmati hari ini.

Tak berapa lama kaki saya sudah menjejak di shelter tujuan. Kaki yang berhasil menopang tubuh lelah ini dengan sempurna. Masih panjang perjalanan malam ini. Satu batang rokok mungkin cukup untuk menemani. Sial! Ternyata ketinggalan di meja kantor. Saya tengok kanan kiri, mencari penjual rokok keliling yang biasa berkeliaran. Nihil… saya alihkan pandangan saya pada jam tangan pemberian ibu saat saya pertama kali diterima kerja dulu. Pukul 20.29 WIB. Ah, belum terlalu malam. Saya langkahkan kaki menuju kedai kopi kecil di sudut jalan itu.

Saya pilih tempat duduk paling sudut. Sedang tak ingin bersosialisasi. Tak berapa lama saya sudah larut dalam kegiatan menghisap rokok sambil sesekali menyesap kopi panas yang saya pesan. Kental, hitam, pahit. Sementara itu suara musik dangdut dari radio mengalun lamat-lamat. Saya termenung. Saya pandangi jalanan. Tak pernah sepi. Saya memandang gedung-gedung tinggi, masih ada kehidupan. Bahkan setelah rutinitas pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, gedung-gedung itu tetap menghembuskan hawa kehidupan di malam hari. Satu pertanyaan melintas dalam benak saya :

Dan tidakkah kota ini pernah merasa lelah?

Deg! Seperti ada yang memukul ulu hati saya. Pertanyaan yang sama seharusnya saya tanyakan untuk diri saya sendiri. Dan tidakkah saya merasa lelah? Tenggelam dalam penantian bertahun-tahun. Dan tidakkah hati ini lelah menunggunya dalam ketidakpastian? Saya keluarkan rokok kedua. Api mulai menyulut ujung rokok. Saya hisap rokok secara perlahan. Asapnya saya hembuskan ke udara. Kembali saya arahkan pandangan ke jalanan dan mencoba kembali tenggelam bersama hiruk pikuk kota Jakarta di malam hari. Suara kendaraan, gemerlap lampu kota, pengamen di lampu merah dan segelas kopi di atas meja reyot di hadapan saya.

Ah, persetan dengan penantian… Saya akan tetap menunggunya, sampai tak ada lagi lampu berkelip di kota ini. Ah… JAKARTA!!!

11 Responses to “JAKARTA”

  1. deye February 18, 2010 at 12:38 pm #

    itu siluet pemakai sepatu hak tinggi di lampu merah jg?
    hehe… beda lg ya itu?

  2. deye February 19, 2010 at 12:53 am #

    ko yg disini ga dilanjutin?

    • kikidanobsesinya February 19, 2010 at 3:06 am #

      wew… deye, punya account ngerumpi juga? waaaaahhh…
      apa id-nya?

    • kikidanobsesinya February 19, 2010 at 3:07 am #

      kemaren belom selese ye, ini baru mau dilanjutin. hehe

  3. Wilman February 19, 2010 at 8:13 am #

    Ihhh parahh.kiki ngrokok skrg.ckckckckck

    • kikidanobsesinya February 19, 2010 at 4:39 pm #

      iiih, iya dong, kan biar gaul B-)

      pesan moral : jangan lakukan ini di rumah, perlu pengawasan orang tua.

  4. dibah February 19, 2010 at 9:06 pm #

    wuidiiih deye ngerumpi juga ternyataaa, apa apa apa apa namanyaaa??

  5. Widya February 19, 2010 at 11:40 pm #

    so .. keep waiting y ki …
    *lagi mikir, kayaknya tema menunggu emang lagi trend banget akhir-akhir ini😀

    • kikidanobsesinya February 20, 2010 at 10:55 am #

      hahahaha, ngetrend dmana wid?

    • kikidanobsesinya February 20, 2010 at 10:56 am #

      eh, iya mungkin yah wid, makanya gw angkat ini jadi cerita gw *cailah*

  6. deye February 22, 2010 at 5:07 pm #

    kiki dibah : ga ko, ak masih jd penonton aja di ngerumpi..
    :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: