This is My choice

17 Feb

Life is about choices, right?
Sama seperti ketika saya memilih untuk mempercayai ‘keseriusan’ yang keluar dari mulutnya dan pada akhirnya berkata “Ya” untuk hubungan kami. Dan juga sama seperti saat saya pada akhirnya memilih mengatakan “Belum saatnya kami melanjutkan hubungan ini”. Pilihan-pilihan yang tidak akan pernah saya sesali. Hingga detik ini.

Cerita itu dimulai entah kapan. Berbulan-bulan yang lalu, saat kami memulai semuanya sebagai teman. Saat saya tak pernah berpikir hubungan ini akan berubah sejauh ini. Berbulan-bulan saya bertingkah seolah tak ada yang terjadi antara kami. Berbulan-bulan saya menolak kemungkinan itu, keanehan diantara hubungan kami berdua. Hingga malam itu, saat semua semakin jelas dan saya memilih untuk mengatakan “Ya” untuk ‘peningkatan’ hubungan kami.

Satu bulan, tanpa pertengkaran. Satu bulan, dia menjadi orang yang pertama kali saya cari ketika terjadi sesuatu. Hingga di titik itu, saya tahu, ini belum harus berlanjut sekarang. Saya tahu kami harus berhenti dulu sementara. Untuk dilanjutkan lagi entah kapan. Atau mungkin sekarang… itu memang tidak harus berlanjut?

Satu bulan itu sangat menyenangkan. Satu bulan itu penuh cerita. Satu bulan itu penuh tawa. Satu bulan itu, dia menjadi orang yang paling saya percaya. Dan sekarang satu bulan itu menjadi kenangan. Kenangan yang kadang tidak pernah saya rela untuk dibuang.

Ini yang paling berat hingga detik ini, saya kehilangan sahabat. Saya kehilangan dia sebagai tempat bercerita. Saya kehilangan semua cerita diantara kami berdua. Saya kehilangan tawa diantara kami…

Tapi menyimpan semuanya disini, terasa sangat menyakitkan. Saya akui saya tak rela melepas apapun yang pernah ada diantara kami. Bahkan hingga detik ini. saya masih tidak rela. Tapi menyimpannya disini, terlalu menyakitkan. Maka detik ini, saya akan menutup kotak kenangan kami. Saya akan menguncinya dengan rapat. Membiarkannya menjadi kenangan, untuk sementara atau selamanya…

Synyster : “Dan menyimpan kenangan, adalah memahat dinding hati kita dan menutupinya dengan sehelai kain perca, kita sebenarnya tidak akan pernah benar benar melupakannya…🙂 “

2 Responses to “This is My choice”

  1. dibah February 17, 2010 at 12:50 pm #

    eh nemu quotesnya syn dimana itu??

    keren ihh quotesnya😀

    • kikidanobsesinya February 17, 2010 at 1:13 pm #

      d komen dia d ngerumpi dib…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: