Itu Sudah Cukup…

17 Feb

Tuhan memang tidak turun tangan langsung menciptakanku seperti Ia menciptakanmu. Tapi aku tidak mempermasalahkannnya. Toh, Ia tetap menciptakanku melalui jemari tangan makhluk-Nya yang paling sempurna. Jemari tangan manusia. Dan itu sudah cukup bagiku.

Kau pasti menyadarinya, tidak sepanjang tahun kita bertemu. Hanya saat kau turun menyapa bumi aku dipergunakan. Aku hanya keluar jika kamu ada. Kita hanya dapat bercengkerama saat Tuhan menyuruhmu membasuh bumi. Marahkah aku karena ketergantunganku padamu? Tidak. Bisa bertemu denganmu, itu sudah cukup bagiku.

Aku sadar, bukan hanya aku yang mencintaimu. Bahkan orang terdekatku, dia yang memilikiku pun sangat mencintaimu. Ada kalanya ia ingin menikmatimu sendirian, tanpa aku. Menari bersamamu, membiarkan kau membelai lembut tubuhnya. Sementara aku disini hanya bisa terdiam memperhatikanmu dari kejauhan. Irikah aku? Tidak. Karena aku yakin, suatu saat nanti aku pasti akan bertemu denganmu lagi. Dan keyakinan itu sudah cukup bagiku.

Kamu tahu, bisa mencintaimu dengan semua keterbatasanku, itu sudah cukup bagiku…

Dari :

PAYUNG, yang jatuh cinta berkali-kali terhadap hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: