Dunia [tanpa] Sepatu Roda

16 Feb

Dunia berjalan dengan kaki telanjang. Mungkin supaya kau dapat mengenali setiap kerikil yang terserak di jalan. Menginjak basah bekas hujan semalam hingga butiran airnya meresap melalui pori-pori. Dan saat kau toleh ke belakang akan ada jejak yang tak pernah serupa…

Pun ketika kau pikir dapat tentukan waktu dalam kehidupan, seperti menyetel microwave, menentukan kapan roti matang dengan suhu yang kau tentukan. Tidak sayang… Hidup itu seperti memanggang roti dengan tungku. Kau yang perkirakan waktunya, tapi semerbak wangi ragi, mentega dan telur yang menyatu serta warna coklat emas roti dalam panggangan lah yang menyatakan roti siap diangkat.

Tak usah takut pulsamu habis. Karena bicara tentang hidup memang tak pernah berbatas. Tak perlu ada bonus bicara, ataupun prosedur singkat agar dapat terus menyuarakan apa yang kau rasakan. Karena Tuhan berikan semuanya gratis.

Kala kau lihat jadwal penerbangan yang sering terlambat, kau takut hidupmu pun akan serupa dengan itu. Jangan khawatir… hidup selalu datang tepat waktu. Tidak akan ada kerusakan dalam mesin pesawat, pun cuaca buruk yang menghalangi untuk terbang. Hanya perlu waktu yang tepat… Maka duduk manis dan tunggulah panggilan untuk terbang.

Maka Tuhan ciptakan dunia ini tanpa sepatu roda. Supaya kau tak terburu. Nikmati semilir angin yang menerpa, hirup dalam semerbak wangi bunga di pinggir jalan. Dan pandangi semua sebelum sampai ke tujuan. Karena inilah yang disebut berjalan, dengan ritmenya sendiri, nikmatilah…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: