Ibu Sayang Kamu…

9 Feb

Ibu sayang kamu
Jadi tolong, hentikan tangisanmu
Ibu tak rela air mata itu meleleh di pipimu

Ibu sayang kamu
Sekarang katakan mengapa kamu menangis
Mengapa tak ada lagi senyum tersungging di bibirmu

Ibu berjanji akan memelukmu dengan erat, menguatkanmu… Sekarang, ceritakanlah apa yang kamu rasakan.

Kamu mulai bercerita dengan tangisan yang tak kunjung mereda dan pelukan ibu pun semakin erat. Kamu bilang, dia meninggalkanmu. Kamu bilang, dia yang menyebabkan semua tangisan ini. Karena hatinya tak lagi jadi milikmu… Kamu patah hati…

Hei, putri kecilku… Ibu akan menyeka air matamu. Dan kamu harus menghentikan tangisanmu. Tidak boleh ada tangisan lagi. Karena ibu akan mengembalikan hatinya kepadamu. Utuh…

Maka sekarang, tersenyumlah…

Tunggu ibu disini sambil tersenyum…

Ibu telah bertemu dengannya sekarang. Dia menyunggingkan senyum yang sangat manis pada ibu. Ah, pasti senyum ini yang telah membuatmu terlena. Ibu akan membawa senyum ini padamu. Ibu keluarkan pisau dan mulai merobek bibirnya yang sedang tersenyum…

Wah, bola matanya berwarna cokelat. Impianmu sejak kecil. Menikah dengan pangeran bermata coklat. Tenang, ibu juga akan membawa bola mata itu untukmu. Ibu keluarkan sendok kecil dan mulai mencongkel mata cokelatnya…

Ibu lihat tangannya memang kekar, tangan yang menurutmu memberikan kehangatan. Tangan yang menyelimutimu dengan kasih sayang. Pisau ini terlalu kecil tampaknya, maka ibu keluarkan gergaji listrik dan mulai memotong tangan itu. Khusus untukmu…

Sekarang, ini yang paling kamu inginkan. Hatinya bukan? Ibu robek dadanya dengan pisau kecil. Kemudian Ibu rogoh dadanya dan ibu keluarkan hatinya secara perlahan. Ibu harus melakukan ini dengan hati-hati agar hati itu tetap utuh. Nah, ibu berhasil mengeluarkan hati itu dengan utuh…

Sekarang, ibu akan kembali kepadamu, membawa semua yang kamu inginkan. Senyuman, bola mata, tangan yang memberi kehangatan dan HATI pria itu…

Jangan menangis lagi putri kecilku. Akan ibu lakukan semua cara, untuk mengembalikan senyummu lagi. Akan ibu lakukan berbagai cara untuk menghentikan tangisanmu…

Maka tersenyumlah putri kecilku…


ps. terinspirasi dibah bikin postingan berdarah-darah :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: