Addicted to You

30 Jan

Kayanya hidup kita berdua malah seperti rangkaian rumah laba-laba. Sejauh aku berlari dari kamu, tetap saja kita saling berpapasan. Tempat-tempat yang ingin aku kunjungi terasa selalu berkaitan dengan tempatmu. Entah aku yang tak tahu arah, atau mungkin memang aku yang selalu ingin mengarah padamu.

Seperti yang terjadi kemarin, aku belok kiri untuk menghindari bertemu denganmu, memutar lebih jauh untuk sampai ke tempat tujuanku. Tapi ternyata tetap saja kita berpapasan di ujung jalan.

Kamu tahu, kamu selalu membuatku merasa tak karuan selesai kita bertemu. Perasaan yang aku benci. Tapi mengapa aku tak pernah benci bertemu denganmu? Kenapa aku malah selalu menikmati ketidaksengajaan pertemuan kita?

Oh ya… Aku putar jalan lagi hari ini, supaya tidak bisa berpapasan denganmu. Tapi, dalam hati aku malah berdoa supaya bisa bertemu denganmu. Berharap dapat saling menatap dan melempar senyum lagi…

Kuhentikan langkahku dan tiba-tiba aku tersadar “Whoaaa, I’m addicted to you!!!

I’m not going to tell you that i cant live without you. I can live without you, i just… don’t want to.” -Janna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: