Kisah Lain Tentang Sang Hujan… (part 2)

20 Jan

Hari itu Tuhan menyuruhku untuk bersiap turun ke bumi. “Manusia membutuhkanmu, mentari pun harus beristirahat sejenak” begitu pesan Tuhan… Aku hanya mengangguk. Namun pikiranku dipenuhi dengan banyak pertanyaan. Baru kali ini Tuhan menyebut nama itu, MENTARI… Siapa dia? Dan mengapa aku harus menggantikannya?

Penasaran, aku mengintipnya dari lubang yang sangat kecil. Mengintip mentari yang sedang melaksanakan tugasnya. Tak ada satupun kalimat yang bisa melukiskan tentangnya selain…

Aku jatuh cinta pada mentari…

Aku jatuh cinta pada cara mentari memancarkan sinarnya secara lembut ke pepohonan. Aku jatuh cinta pada cara mentari menerangi bumi dan aku jatuh cinta pada pendar-pendar cahayanya yang sangat indah.

Aku jatuh cinta padamu, walau ruang dan waktu kita selalu berbeda.
Aku jatuh cinta padamu, walau hidup kita tak pernah beririsan.
Aku jatuh cinta padamu diam-diam, mengagumi dari kejauhan sambil berdoa kepada Tuhan…

Tuhan, tolong izinkan kami melebur menjadi satu

Dan kau yang membaca kisahku ini, maukah membantuku berdoa? Mari kita berkomplot bersama agar Tuhan mau mengabulkan doaku😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: