Biarkan Hati Kita Berjabat Tangan Kembali…

20 Jan

Kita kembali duduk berhadapan. Satu meja. Hanya aku, kamu, segelas coklat hangat dan cappuccino dingin pesananmu. Sebuah pertemuan tak disengaja yang membuat waktu kembali menjadi milik kita.

Hening. Kita berdua hanya terdiam. Aku sendiri tak akan memulai percakapan. Gengsi? Yah, anggap saja begitu… Atau lebih tepatnya lelah. Lelah karena dulu selalu aku yang memulai pembicaraan diantara kita. Semua pembicaraan penting yang menyangkut ‘kita’, selalu aku yang memulai…

Kok jadi diem-dieman gini yah?” Kalimat pertama meluncur dari mulutmu setelah aku dan kamu sama-sama sibuk dengan pikiran kita masing-masing.
Ya masa’ mau bikin kerusuhan disini?! Yang ada kita digebukin orang-orang di sini.” Satu senyuman kusunggingkan tanpa melihat kearahmu.
Hahaha, gak ada yang berubah ternyata dari kamu.”
Pernyataan yang ingin kusanggah. Aku berubah. Dan jangan bersikap seolah kamu adalah orang yang paling mengenal aku sekarang. Kamu tahu, seharusnya kita saling berjabat tangan kembali sekarang, memperkenalkan diri masing-masing, membuat pembicaraan basa-basi untuk memulai perkenalan kita. Karena aku tidak sama seperti dulu dan aku yakin, kamu pun tak sama lagi sekarang. Tapi aku menahan diri, tak kusanggah pernyataanmu, aku hanya tersenyum…

Pembicaraan berlanjut, kali ini tentang kehidupanmu dan juga kehidupanku. Kehidupan kita masing-masing. Hingga coklat hangatku mendingin dan habis kuseruput serta gelas cappuccino-mu kosong, pembicaraan ini selesai.
Kita harus ketemu lagi kapan-kapan. Aku kangen banget ternyata ketawa dan ngobrol b areng kamu.” Ujarmu sebelum kita berpisah.
Boleh… Atur aja kapan enaknya.
Siph!!! See you soon..” Kamu melambaikan tangan sambil memutar badan. Kubalas lambaian tanganmu dan kuputar badanku.

Kembali aku berbicara dalam hati sambil tersenyum.
Ada yang tak berubah ternyata. Dari sekian banyak hal yang kupikir telah mampu aku ubah…
Aku tetap menyukai pembicaraan kita, dengan atau tanpa segelas coklat hangat kesukaanku.
Aku tetap menyukai tawa yang tercipta diantara kita…
Dan ternyata aku tetap menyukaimu. Itulah yang paling tidak berubah, kamu tetap disitu. Ternyata masih ada kamu bersembunyi dengan sangat baik disana, di hatiku…

Dan kali ini, bolehkah hati kita berjabat tangan kembali?
Membiarkannya saling memperkenalkan diri… lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: