It’s always been you, dear…

13 Dec

Padang rumput ini sempurna. Apalagi ketika malam tiba.

Selalu, setiap purnama, kau mengajakku kemari. Melihat bulan bulat penuh. Dan jika beruntung, saat musimnya tiba, berbonus kunang-kunang yang menari dalam pekat malam di bawar sinar rembulan.

Namun, ada yang berbeda malam ini.

Apa yang paling kamu sukai dari rutinitas kita ini?” tanyamu sambil terus memandang ke atas, menatap bulan yang bersinar dengan indah.
Gelap malam…” itulah jawabku. Sayang, hanya dapat terucap dalam hati. Bukan lisan. Perlahan kusilangkan jariku dan berkata “Bulan yang bulat penuh sempurna“.
Hmmm… Itu kan memang alasan utama mengapa kita ada disini. Purnama… Dan kunang-kunang jika beruntung. Kamu gak kreatif ah…” komentarmu.
Aku diam. Hening sejenak.
Kalau kamu? Apa yang paling kamu sukai dari rutinitas kita ini?” suaraku mulai memecah keheningan kita.
Kamu terdiam. Sangat lama… “Cuma satu alasannya. Simple aja. Walau butuh waktu yang lama untuk menyadarinya.
Aku tertawa “Hahahaha… Jawaban yang sangat-sangat kurang menjawab
Aku belum selesai ngomong yaaa… Tapi gak boleh ada pertanyaan setelah aku bilang ini. Deal?!
Oke deal!!!” kataku.
Tarikan napasmu terdengar sangat panjang sebelum kata-kata ini meluncur dari mulutmu “Maaf… tapi alasannya selalu KAMU“.

Aku diam. Suara angin malam, jangkrik, rumput yang bergoyang, kepakan sayap kunang-kunang, tarikan napasmu, hembusan napasku semakin jelas terdengar menemani keheningan kita. Keheningan yang tercipta karena rangkaian kalimat yang meluncur dari mulutmu.

Perlahan kulepaskan jariku yang sedari tadi menyilang.
Gelap malam… itu yang paling aku suka.
Kamu menoleh. Tak ada kata yang keluar. Tapi aku tahu, kamu heran.
Karena hanya gelap malam yang mampu menutupi aku dengan sempurna. Menutupi debar jantungku. Menutupi kekagumanku pada ceritamu. Menutupi reaksi-reaksi fisiologis yang tak mampu kukendalikan karena kamu

Untuk pertama kalinya, sejak rutinitas kita ini dimulai. Menatap bulan purnama bersama, aku tak lagi menyilangkan jariku…

It’s always been you, dear…

mencoba diikutsertakan dalam ceritaeka

6 Responses to “It’s always been you, dear…”

  1. Indri December 13, 2009 at 8:22 pm #

    aiiiiiihh.. ini ada apa sih antara mbak dib dan mbak Q?! sama2 lagi jatuh cinta… *jadi curiga jangan2 kalian jatuh cinta kesatu sama lain lagi hihi* (panik)

    happy to read your writing😉
    (for you and mbak dib,too!)

  2. kikidanobsesinya December 14, 2009 at 2:35 pm #

    hehehe, terima kasih ndriiiii🙂
    btw, ini cuman tulisan iseng kok ndri. curhatnya dikit2 doang *lah* :p

  3. dibah December 14, 2009 at 6:26 pm #

    doakan kami yah indriiii *laaaah* :p

  4. Indri December 14, 2009 at 10:48 pm #

    NGGILANI KALIAN BERDUA *kabur takut ketularan*

  5. kikidanobsesinya December 15, 2009 at 5:46 am #

    SAYA MASIH NORMAAAALLLL!!!
    SUMPAH NDRIIIIII *histeris*

  6. Ceritaeka September 1, 2010 at 10:56 am #

    Cerita pertama yang saya catat untuk dinilai dewan juri.
    Ma kasih partisipasinya kiki ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: