AWAN

23 Oct

Ibu, aku suka awan” sepenggal kata itulah yang terucap dari bibir mungilnya. Dengan semangat, jemari tangannya juga diarahkan ke langit. Sesekali matanya sedikit menyipit karena silau cahaya matahari. Ibunya hanya memandang teduh ke arahnya dan tersenyum. Tak satupun pertanyaan meluncur dari mulutnya, membiarkan sang buah hati menikmati hal yang disukainya.

middlecloud

*****

Itu awan berbentuk perahu, yang disitu awan berbentuk permen. Ah, yang disana seperti boneka beruang… Banyaaaaaaakkk bentuknya.” teriaknya dengan dengan kegirangan. Sekarang ia beralih memandang ke arah ibunya. Ditariknya tangan sang ibu dan berkata, “Ibu kapan kita lihat awan lagi?

*****

Ibunya terdiam dan kemudian bertanya “Kenapa kau suka awan, Nak?

Kali ini giliran dia yang terdiam sejenak…

Awan punya banyak bentuk Bu” akhirnya dia menjawab.

Dengan lembut sang ibu membelai rambutnya dan kemudian berkata “Awan itu abstrak nak, tak berbentuk. Imajinasimu-lah yang membentuknya. Dan jika begitu, seharusnya kau lebih menyukai dirimu ketimbang awan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: