Mencoba Mendengar

30 Jun

I’m just a little girl caught in the middle

-Lenka, The Show-

Bayangkan lo berada di tengah-tengah, tapi bukan di pusat. Lo ada di tengah tapi bahkan gak terlibat di dalam. Lo bisa membuat semuanya jadi lebih baik tapi di saat bersamaan lo bisa merusak semua yang sudah baik dan bahkan memperparah apa yang sudah rusak. Lo pengen bertindak, tapi gak bisa… Gak boleh… Gak etis untuk bertindak. Akhirnya lo cuma bisa diam dan melihat semuanya dari luar. Melihat semuanya membaik dengan sendirinya atau bahkan rusak dengan sendirinya.

KENAPA?

Karena bahkan sebenernya, lo tidak benar2 terlibat dalam masalah tersebut. Lo tau banyak hal, tapi lo bahkan gak terlibat di dalamnya.

Pilihannya sekarang cuma dua : pura2 gak peduli atau terlibat jauh ke dalam dengan memperbaiki keadaan (ato kalo lagi apes malah memperparah keadaan).

telinga

Tapi kalo kata gw, ada pilihan yang cukup aman buat dilakukan, yaitu menjadi pendengar aktif. Bukan hanya mendengar dengan telinga, tapi juga memperhatikan, memahami dan juga mengingat. Dan mendengar itu tidak sama dengan DIAM dan juga tidak sama dengan tidak peduli.

Sayangnya, mendengar aktif ini susah untuk dilakukan (TAPI BUKAN BERARTI GAK BISA) Kenapa?

Karena kita punya kecenderungan untuk cepat menilai, mengevaluasi, menyetujui atau tidak menyetujui pesan-pesan yang disampaikan sumber berita. Dengan demikian, belum sempat kita memahami pernyataan atau ungkapan orang tersebut, kita sudah sibuk dengan apa yang terlintas dalam benak kita yang sesuai dengan dugaan atau harapan kita. (www2.kompas.com)

Intinya kalo menurut gw adalah bertindak objektif dan bukan subjektif, mencoba memahami masalah itu dari sudut pandang orang yang bercerita, bukan dari sudut pandang kita, berempati dan bukan bersimpati. Nah, apa bedanya simpati dengan empati? Gw pernah terlibat dalam pembicaraan mengenai perbedaan simpati dan empati sama temen gw. Semoga gw gak salah menyampaikan. Jadi, simpati itu adalah ketika kita ikut merasakan apa yang dirasakan orang laen (sifatnya lebih subjektif). Misalnya, ada temen yang kehilangan sesuatu; yang ada dipikiran kita adalah kasian yah, pasti sedih banget deh… singkatnya, KALO GW ADA DI POSISI DIA pasti sedih banget. Nah, kalo empati itu lebih objektif, memahami perasaan orang lain bukan merasakan. Misalnya (masih dalam kasus yang sama) kalo ada temen kita kehilangan sesuatu; bukan “kalo kita ada di posisi dia” tapi kita berusaha membayangkan apa yang dia rasakan, apa yang dia butuhkan dan bukan apa yang bakal kita rasain dan kita butuhin kalo ada di posisi dia…

Kebanyakan yang gw lakukan sekarang masi jauh dari yang namany mendengar aktif yang efektif *cailah*. Susah banget sodara2 sebangsa dan setanah aer!!! Belum apa2 gw kebanyakan bikin judgement, kebanyakan bersikap subjektif bukannya objektif… Tapi kalo susah, sekali lagi gw bilang SUSAH ITU BUKAN BERARTI GAK BISA. Jadi, gw akan terus mencoba menjadi pendengar aktif yang efektif… YEAH!!! (rock)

NB :

Walo terkdang mendengarkan itu gak bisa menyelesaikan masalah, tapi terkadang itu akan terasa melegakan bagi orang yang merasa didengarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: