Dalam Hening dan Samar

28 Apr

Riuh ku bertanya pada semesta

Tapi hanya ada hening

Kembali ku bertanya pada waktu yang terus berputar

Katanya… “kaulah yang tahu jawabannya”

Ingin kusandarkan tubuhku pada awan
Membiarkanny membawa ku terbang
Kucoba, tapi tak bisa
Sang awan hanyalah ilusi dalam pandangan

Kudesahkan doa pada angin

Tolong bawa debu ini pergi

Agar tak ada lagi cahaya samar

Tapi kenapa kau malah meniupkanny kembali padaku?

Sungguh… kali ini aku benar-benar memohon
Dengan semua tenaga yang tersisa
Kabut… tolonglah terpencar
Tapi kenapa kau justru menggeleng?

Sekarang, apa yang harus aku lakukan?

Badai itu tak kunjung berubah menjadi angin sepoi2

Gelombang itu tak pecah menjadi buih

Diantara riak ketidakpastian…

Aku masih terus menggumamkan doa

3 Responses to “Dalam Hening dan Samar”

  1. DevanFajar April 29, 2009 at 5:25 am #

    Duh, ki.
    Berat kayanya.

  2. dibah April 29, 2009 at 7:29 am #

    AW AW AW AW

  3. kikidanobsesinya April 29, 2009 at 7:38 am #

    @devan : hueheheh, gak seberat pembicaraan kita tadi van. hoho

    @dibah : kenapa aw aw aw? huahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: